Jumat, 23 April 2010

SID Bikin Histeris Puluhan Ribu Penonton

SID Bikin Histeris Puluhan Ribu Penonton Soundrenaline
Laporan: Persda Network/yon ( Tribun Timur )
Senin, 16 November 2009 | 14:10 WITA
TIDAK kurang 20 ribu penonton Soundrenaline di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, Minggu (15/11) dibikin histeris dengan penampilan Superman is Dead (SID). Band Punk Rock yang beranggaotakan tiga laki-laki, Bobby, Eka dan Jrx asal Bali tersebut menggebrak pangung Festival dengan lagu andalannya Luka Indonesia. Namun sebelumnya mereka bertiga terlebvih dahulu mengelilingi panggung dengan bersepeda, sebagai wujud dari kampanye global warming dan mengurangi gas emisi.
"Terus terang sejak lama kami melakukan kampanye dengan Bike to Work atau sekedar berkeliling dengan sepeda. Apalagi Bali jalannya sempit ini sebagai bentuk kampanye agar Bali tidak terlalu banyak gas emisi dan kampanye global warming dan ini sebagai bentuk pendekatan terhadap generasi muda di Bali dan seluruh Indonsia," papar Bobby.
Penampilan SID sejak awal memang ditunggu-tunggu fans beratnya apalagui mereka memang bersal di bali dan manggung di tempat tinggalnya sendiri dan mereka. Sejak sore penonton yang sudha berjubel memadati GWK teruaskan dengan penampilan Band punik yang telah mengeluarkan tiga album independen dan salah satunya berjudul Angels dan The Outsiders.
"Terus terang kami sangat bangga dengan penyelenggaraan Soundrenaline kali ini. Kami sebagai musisi terpuaskan dengan pembagian panggung terutama buat musik cadas. Pelaksanaan Soindrnealine kali ini jauh memuaskan bagi kami sebagai musisi. Kendati tadi sempat terkendala sedikit oleh audio," timpal Eka.
Sejauh ini SID selalu menyerukan perlawanan lewat lirik-lirik cerdas terutama di lagu Luka Indonesia dan menyuarakan nada-nada perjuangan melalui musik.
"Soal syair kita berupaya agar masyarakat kita educatif terhadap bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah bahasa universal dan ini bisa menjadi pendidikan buat pecinta di tanah air. Kami juga menyuarakan ketidak adilan di Indonesia dengan menggunakan dogma agama untuk meraih kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi. Kami sebagai pemuda punya harga diri dan jati diri," tukas Jrx.
SID yang bulan lalu sempat mengikuti festival di Amerika mengaku, bahwa manggung di depan publik sendiri jauh lebih ouas dibandingkan mannggung di luar negeri.
"kalau disini kan penot\nton tahu kita, tapi di luar negri mereka tidka tahu kita. Tapi di luar sangat menghargai waktu dan sangat ptrofesional. Kita t5elat 10 menit aja kalau jatah manggung 40 menit ya hanya bisa main 30 menit. bahkan untuk urusan panggung hanya dikerjain satu orang cukup dan disni kan banyak banget kru dipanggung dan ini soal SDM," papar Bobby. (*)
Berita diambil dari : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/58161

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar